Monday, March 31, 2008

Doa Orang yang Teraniaya

Dari Abdullah bin Abbas ra. memberitakan Rasulullah saw. pernah bersabda:

"Takutlah doa orang yang teraniaya; kerana sesungguhnya tiadalah dinding antaranya dengan ALLAH"

- Hadis Riwayat Al-Bukhari -

Pengajaran Hadis:

1 - Islam menyuruh penganutnya supaya berbuat baik kepada semua manusia, terutama orang-orang Islam yang menjadi saudaranya dalam agama.

2 - Seseorang Islam tidaklah wajar menganiaya atau menzalimi seseorang dengan merampas haknya, menyakitinya, menggangguinya atau menjatuhkan maruahnya.

3 - Padahlah orang yang zalim; sebab doa mangsa kezaliman terhadapnya adalah segera diperkenankan ALLAH dan tiada penghalang di antaranya.

Sunday, March 30, 2008

Takutlah Kepada ALLAH

Dari Abu Dzar ra memberitakan Nabi saw pernah bersabda:

"Takutlah kepada ALLAH dimana sahaja anda berada"

- Hadis riwayat Abu Dawud & At-Turmudzi: Hasan -

Pengajaran Hadis:

1 - Rasulullah saw mengajak umatnya supaya takut kepada ALLAH, di mana Dia ialah Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat segala gerak-geri hati dan perbuatan manusia; malah mengenai semua makhlukNya

2 - Manusia ialah makhluk yang selalu aktif; bergerak dan berada di mana-mana tempat dan keadaan. Sebagai hamba ALLAH, seseorang hendaklah tetap takut kepada ALLAH di mana-mana sahaja; bukan hanya takut sewaktu berada di dalam masjid atau di tempat orang ramai.

3 - Tanda iman yang sempurna ialah seseorang tetap takut kepada ALLAH di mana-mana sahaja dia berada sekalipun di tempat tersembunyi dari pandangan manusia

Saturday, March 29, 2008

Susuli Kejahatan

Dari Abu Dzar Al-Ghifari ra. memberitakan Rasulullah saw pernah bersabda:

"Susulilah kejahatan (dosa) dengan kebaikan, semoga kebaikan itu dapat menghapuskannya"

- Hadis riwayat Abu Dawud & At-Tarmirzi -

Pengajaran Hadis:

1 - Pada dasarnya Islam menyuruh setiap penganutnya supaya melakukan kebaikan

2 - Bila seseorang Islam melakukan kejahatan (dosa), maka bagi satu dosa akan dibalas dengan satu kejahatan. Akan tetapi bila dia segera melakukan satu kebaikan, maka satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebajikan, di mana ia juga dapat menghapuskan kejahatan yang telah dilakukan tadi

3 - Dengan tindakan tersebut, maka kebajikannya melebiho kejahatannya dan dia akan bahagia semasa amalannya ditimbang di neraca timbangan amalan, di hari akhirat kelak

Friday, March 28, 2008

Percaya Diri Bererti Pesanan POSITIF ...

Dengan percaya diri, anda akan mengnkomunikasikannya kepada dunia luar anda.

Dengan percaya diri, anda akan membuat orang lain menjadi percaya diri.

Dengan percaya diri, anda akan lebih meyakinkan.

Percaya diri adalah pesan. Pesan yang amat penting untuk dikomunikasikan kepada orang yang terlibat dengan anda.

Dengan percaya diri, sekali lagi anda akan berhasil dalam memimpin dan menjual.

Thursday, March 27, 2008

Belajar Tidak Ada Akhirnya ...

Pelajaran akan terus diulang sehinggalah kita faham dan belajar daripadanya. Masalah dan tentangan, kegagalan dan kekecewaan adalah pelajaran. Kesedaran, kesabaran, dan penerimaan diri adalah prasyarat. Menyalahkan selain diri sendiri merupakan penghindaran dan penolakan. Perubahan tidak terjadi dalam satu malam. Maka berilah ia waktu. Dan selama kita hidup, akan selalu ada pelajaran. Menyerahlah pada iramanya. Janganlah memberontak atau melawan. Berkomitmenlah pada proses dan perubahan. Rendah hatilah untuk menerima kelemahan diri. Fleksibellah untuk mengadaptasi. Kekakuanmu hanya akan menolak kebebasan untuk menikmati peluang-peluang baru.

Wednesday, March 26, 2008

Berhentilah Jadi GELAS

Seorang guru Sufi melihat anak muridnya sedang bersedih lalu bertanya;

"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah syukurmu?"

Jawab murid itu, "Sejak kebelakangan ini hidup saya penuh masalah. Sukar untuk saya tersenyum. Masalah datang bertimpa-timpa."

Sang Guru tersenyum lalu berkata; "Nak, ambil segelas dan dua genggam garam, bawalah ke mari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

Dan si murid melakukan seperti yang disuruh. "Ambil garam tadi dan masukkan ke dalam gelas itu," kata Sang Guru.

"Setelah itu cuba kau minum airnya sedikit."

Si murid pun melakukannya dan wajahnya terus berubah kelat.

"Bagaimana rasanya?" Tanya Sang Guru.

"Masin, dan perutku jadi mual," jawab si murid.

Sang Guru ketawa dan berkata, "Sekarang, ikut aku."

Sang Guru membawa muridnya ke sebuah tasik lalu menyuruh si murid taburkan segenggam garam dan tanpa membantah si murid melakukannya.

"Sekarang. cuba kau minum," kata Sang Guru.

Si murid menangkupkan kedua belah tangannya, mengambil air tasik lalu meminumnya. Terasa sekali betapa air tasik yang dingin dan segar mengalilr di tekaknya lalu sekali gus menghilangkan rasa masin air yang diminum dari gelas tadi.

Sang Guru bertanya, "Bagaimana rasanya?"

"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan tangannya.

"Terasakah rasa garam yangn kau taburkan tadi?" Soal Sang Guru.

"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu minum sampai puas.

"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.

"Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam . Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang hidupmu sudah dikadar oleh ALLAH, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu sahaja, tidak kurang dan tidak lebih. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."
Si murid terdiam, mendengarkan.

"Tapi Nak, rasa 'masin' dari penderitaan yang dialami itu bergantung kepada besarnya 'qalbu' (hati) yang menampungnya. Justeru, supaya tidak merasa menderita, berhentilah menjadi gelas. Jadikan 'qalbu' dalam dadamu itu sebesar tasik."

Tuesday, March 25, 2008

Marah !!!

sekali marah ...
sukacita hilang

dua kali marah ...
akal sihat melayang

tiga kali marah ...
tekanan darah nai

kempat kali marah ...
teman-teman lari

lima kali marah ...
jadi cepat tua

enam kali marah ...
pintu dosa terbuka